Showing posts with label PARIWISATA BORNEO. Show all posts
Showing posts with label PARIWISATA BORNEO. Show all posts

Saturday, August 30, 2014



Asal kata 'BANANGGAR'







Kata BANANGGAR, berasal dari penduduk lokal sekitar Dusun Perbauk- yaitu Dayak Serimbo. Arti kata BANANGGAR  adalah KADANGARATN ( Kanayatn ) atau kedengaran dalam bahasa Indonesia.

Mengapa bisa jadi Mananggar, Kata BANANGGAR
( nama asli ); diucapkan Mananggar oleh Laut serimbo.

Karena yang banyak berintaraksi dengan orang luar; sebelum era reformasi adalah orang LAUT. Maka Bananggar, lebih sering di dengar Mananggar.

Menurut orang di sekitar air terjun; minta kata Bananggar jangan diganti dengan kata lain. Itu asli bahasa di sini ( Dusun Perbauk ).

The Origin  word  of 'BANANGGAR'



BANANGGAR word, derived from local residents about the Dayak village Perbauk- Serimbo. Meaning of the word BANANGGAR is KADANGARATN (Kanayatn) or
( be heard ) in English.

Why could be said as 'Menanggar., BANANGGAR (real name); Mananggar spoken by LAUT serimbo.

Because of LAUT had interacted with outsiders; before the reform era. So Bananggar, more often heard Menanggar.

According to people around the falls;said Bananggar must not be replaced with other words. It is  the original language here
(Hamlet Perbauk).


Thursday, August 28, 2014

Bananggar Waterfall


Bananggar Waterfall in Air Besar Sub-District, 
Landak  District of West Kalimantan
 
 




Bananggar Waterfall in Sub- District of  Air Besar, Landak  District in West Borneo is rich with tourism potential, especially rafting lovers.
The plan early August of each year  through the Department of Local Government of  Youth, Sports, Tourism and Culture (Disporabudpar) Landak will hold various events in locations Bananggar Falls. The goal is to promote the natural resources owned by the District of  Diamond, nicknamed Landak  District.

"Leaving there, from Serimbu up to Tauk we held off road, then travel to the location of Tauk Falls Bananggar use the river path. The plan, the activities that will be held next August 29, 2014. Not only that, in Serimbu before off road to Tauk, we held a demonstration activities, traditional diamond panning, "said Head of Tourism Landak Regency
( Disporabudpar
).

Before the activity, Disporabudpar already do share preparation. Especially for off road site surveys and site preparation rafting and traditional diamond panning demonstration. Coordination with relevant agencies already done. Just waiting for instructions from Mr. Regent, and he  also will follow the event.

"The plan, the group will stay one night there. Later that night we will create a single organ entertainment events. Later in the morning before going home we will create event fishing and rafting. This activity is an attempt to explore the potential of the region, as well as promotion of the region, "he explained.
The Landak  River fault location will be the center of off road and river rafting. In addition to the natural authenticity, Landak  District Government will also arrange the needs of visitors.

Among these toilets, dressing rooms, the construction of the gate, and park visitors.

High Falls Bananggar based on the results of the initial survey of about 60 meters and the width of the river is almost the same, also 60 meters. "Bananggar is a gift given by God to the Landak people. Due to go there there is no cost too great. Streets where all helpful for tourist trips, "


Air Terjun Bananggar 
di Kecamatan Air Besar, 
Kabupaten Landak Kalimantan Barat


 –
Air Terjun Bananggar di Kecamatan Serimbu, Kabupaten Landak sangat kaya dengan potensi wisata khususnya para pencinta arung jeram.
Rencananya awal Mei Pemerintah Daerah Landak melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporabudpar) mengadakan berbagai kegiatan di lokasi Air Terjun Bananggar. Tujuannya untuk mempromosikan kekayaan alam yang dimiliki Negeri Intan, julukan Kabupaten Landak.

“Berangkat ke sana, dari Serimbu sampai ke Tauk kita adakan off road, kemudian dari Tauk perjalanan ke lokasi Air Terjun Bananggar menggunakan jalur sungai. Rencananya, kegiatan yang akan diselenggarakan 29 Agustus 2014  mendatang. Bukan hanya itu, di Serimbu sebelum off road ke Tauk, kita adakan peragaan kegiatan, mendulang intan secara tradisional,” kata  Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar.

Sebelum kegiatan, Disporabudpar sudah melakukan berbagi persiapan. Khususnya survei lokasi untuk off road dan persiapan lokasi arung jeram dan peragaan mendulang intan secara tradisional. Koordinasi dengan instansi terkait sudah dilakukan. Tinggal menunggu instruksi dari Bupati Landak yang juga akan mengikuti kegiatan tersebut.

“Rencananya, rombongan akan menginap satu malam di sana. Malamnya kita akan buat acara hiburan organ tunggal. Kemudian pagi sebelum pulang kita akan buat acara mancing dan arung jeram. Kegiatan ini sebagai upaya untuk menggali potensi daerah, juga sebagai ajang promosi daerah,” jelasnya.
Lokasi patahan Sungai Landak ini akan dijadikan pusat off road dan arung jeram. Selain keaslian alam, Pemkab Landak juga akan menata kebutuhan pengunjung.

Di antaranya WC, ruang ganti, pembangunan pintu gerbang, dan tempat parkir pengunjung.

Tinggi Air Terjun Bananggar berdasarkan hasil survei awal sekitar 60 meter dan lebar sungai hampir sama, juga 60 meter. “Bananggar memang sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada Landak. Karena untuk menuju ke sana tidak diperlukan biaya terlalu besar. Jalan yang dilewati semua bermanfaat untuk perjalanan wisata,”
 




Tuesday, January 29, 2013

The Banangar waterfall

AIR TERJUN BANANGAR

The Banangar waterfall


Waterfall Banangar

LOCATION
:
Located
in the sub village Perbuak of Merayuh  Air Besar District, 70 Km from the Ngabang, reached by car and speedboat / motor pepet for 3, 5 hours


ACCESSIBILITY

When using public transport visitors must stop at the terminal city of  Ngabang District, From there, you can use the vehicle to the village village of Serimbu.From  Serimbu, a trip to  Manangar followed by motor boat.

OBJECT OF INTEREST:

The Banangar waterfall is the largest waterfall in Landak District, which is 60 meters wide and 60 meters high. Uniqueness: under the waterfall there are less than 2 hectares lake formed round that can be used for bathing, swimming and fishing or shrimp.

Frame on the
top of the waterfall there is place pleaded fortune to Jubata (God Almighty) has been done hundreds of years ago until now.

Further
on the waterfall Banangar Pajapa which is
a mountain protected forest still intact and can be used for rock climbing and fly laying (hang gliding).


Waterfall Banangar
LOKASI                 : Terletak di Dusun Perbuak Desa Merayuh Kecamatan Air Besar, 70 Km dari arah Ngabang, ditempuh dengan menggunakan mobil dan speedboat/mptor pepet selama 3, 5 jam

AKSESIBILITAS        : 
Bila memakai kendaraan umum pengunjung harus berhenti di terminal kota Kecamatan Ngabang,Dari sana,dapat menggunakan kendaraan desa menuju ke desa Serimbu.Dari desa Serimbu,perjalanan ke Air Terjun Manangar dilanjutkan dengan perahu motor.

OBJEK MENARIK  :
AIR terjun Banangar adalah merupakan air terjun terbesar di Kabupaten Landak, yaitu dengan lebar 60 meter dan tinggi 60 meter. Keunikannya: di bawah air terjun terdapat danau kurang lebih 2 Ha terbentuk bulat yang dapat digunakan untuk mandi, berenang dan memancing ikan atau udang. Dikiri atas air terjun terdapat tempat tersebut memohon rejeki kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa) yang sudah dilakukan ratus
AIR terjun Banangar adalah merupakan air terjun terbesar di Kabupaten Landak, yaitu dengan lebar 60 meter dan tinggi 60 meter. Keunikannya: di bawah air terjun terdapat danau kurang lebih 2 Ha terbentuk bulat yang dapat digunakan untuk mandi, berenang dan memancing ikan atau udang. Dikiri atas air terjun terdapat tempat tersebut memohon rejeki kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa) yang sudah dilakukan ratusan tahun yang lalu sampai sekarang ini. Selanjutnya diatas air terjun Banangar terdapat Gunung Pajapa yang hutanya masih utuh dan dilindunggi yang dapat digunakan untuk panjat tebing dan terbang laying (gantole).




P
lace
pleaded fortune to Jubata (God Almighty)



Panning for
diamonds




Rafting


Monday, January 28, 2013

LANDAK DIAMOND

LANDAK DIAMOND


Member of Commission
Council of Landak Regency, 
Siyus fully supports the plan   foreigners who will make the exploitation of diamonds which are found in the region along done legally.

It was submitted by Siyus,  foreign interests related to exploitation, particularly Australia Diamonds in the Landak District. "We support investment in the diamond processing, but surely there must be legal and Take and Give a clear Landak  District," he said, Sunday (18/03/2012)

But he suggested Indonesia should have its own general and pemkab Hedgehogs can manage natural resources. For that pemkab / Landak  asked to coordinate with the central government so that management can be done by a local investor.

"For mining, if the hedgehog is still not able to, because it requires specialized technology management. So why not otherwise engage investors, but must be legal and we are the party that profitable," he said.


Regent of Landak Adrianus Asia sidot
While
Regent of Landak Adrianus Asia sidot confirmed the presence of foreign investors from Australia who are interested in investing in the region. But he insists is currently conducting a search area that contains the diamonds.


"The area we did have diamonds in large quantities. And it's not nonsense, because the party from abroad that Australia is very interested and they know this, but we are still doing a search in the area where the site" said Regent of Landak .

Intan1.jpg

LANDAK DIAMOND



Anggota Komisi C DPRD Landak Siyus mendukung penuh rencana pihak asing yang akan melakukan eksploitasi intan yang banyak ditemukan di wilayah ini sepanjang dilakukan secara legal.

Hal tersebut disampaikan Siyus terkait ketertarikan pihak asing khususnya Australia terhadap eksploitas Intan di Kabupaten Landak tersebut. "Kita dukung investasi pengolahan intan tersebut, tapi tentunya harus legal dan harus ada Take and Give yang jelas untuk Kabupaten Landak,"ujarnya, Minggu (18/3/2012)

Namun dirinya menyarankan seharusnya Indonesia umumnya dan pemkab Landak sendiri bisa mengelola sumber daya alam yang ada. Untuk itu pemkab Landak diminta melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar pengelolaan bisa dilakukan oleh investor dalam negeri.

"Untuk pertambangannya, kalau Landak masih belum mampu, karena pengelolaannya memang membutuhkan teknologi khusus. Makanya kenapa tidak jika menggandeng investor, tapi harus legal dan kita berada di pihak yang di untungkan,"ujarnya.


Sementara Bupati Landak Adrianus Asia Sidot membenarkan adanya investor asing yakni dari Australia yang tertarik menanamkan investasi di wilayah tersebut. Namun dirinya menegaskan saat ini sedang melakukan penelusuran wilayah yang memiliki kandungan intan tersebut.


"Daerah kita ini memang memiliki intan dalam jumlah yang besar. Dan ini bukan omong kosong belaka, karena pihak dari luar negeri yaitu Australia sangat berminat dan mereka mengetahui hal ini, hanya saja kita masih melakukan penelusuran di wilayah mana lokasi tersebut"kata Bupati Landak.



Penulis : Hadi Sudirmansyah
Editor : Bowo