Sunday, December 23, 2012

GAJAH MADA ORANG DAYAK ?

GAJAH MADA ORANG DAYAK ?



Soal nama Gajah Mada menurut masyarakat Dayak di Kalbar perlu diketahui bahwa Gajah Mada bukan orang Jawa, ia adalah asli orang Dayak yang berasal dari Kalimantan Barat, asal usul kampungnya yaitu di Kecamatan Toba (Tobag), Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (saat ini).

Banyak masyarakat Dayak percaya bahwa Gajah Mada adalah orang Dayak, hal itu berkaitan dengan kisah tutur tinular masyarakat Dayak Tobag, Mali, Simpang dan Dayak Krio yang menyatakan Gajah Mada adalah orang Dayak. Ada sedikit perubahan nama dari Gajah Mada pada Dayak Krio menjadi Jaga Mada bukan Gajah Mada namun Dayak lainnya menyebutnya dengan Gajah Mada.

Sebutan itu sudah ada sejak lama dan Gajah Mada dianggap salah satu Demung Adat yang hilang. Ada kemungkinan ia diutus Raja-Raja di Kalimantan. Ia berasal dari sebuah kampung di wilayah Kecamatan Toba (saat ini). Hal itu dibuktikan dengan ritual memandikan perlengkapan peninggalan Gajah Mada setiap tahunnya. Gajah Mada dianggap menghilang dan tidak pernah kembali ke Kalimantan Barat.

Kisah yang memperkuat bahwa ia memang asli Dayak dan berasal dari Kalbar yaitu ia adalah seorang Demung Adat dibawah kekuasaan Raja-Raja di Kalimantan. Ia seorang Demung dari 10 kampung yang ada, namun setelah dia menghilang entah kemana, kampung tersebut kehilangan satu Demung Adatnya sehingga Demung Adat di wilayah itu tinggal 9 orang saja lagi.

Kisah ini sampai sekarang masih dituturkan oleh kelompok masyarakat Dayak ditempat asalnya Gajah Mada. Bukti-bukti tersebut sangat kuat dan bisa dibuktikan sebab Kerajaan tertua letaknya bukan di Jawa tetapi justeru di Kalimantan sehingga unsur Hindu lebih mempengaruhi setiap sikap dan tata cara hidup dan Hindu pun lebih dulu ada di Kalimantan bukan di Jawa. Alasan ini sangat masuk akal bahwa pengaruh Hindu di Jawa sangat dipengaruhi oleh kerajaan Kutai di Kalimantan dan kemungkinan Gajah Mada adalah orang kuat yang diutus kerajaan Kutai untuk menjajah nusantara termasuk Jawa.

Dalam kisah Patih Gumantar Dayak Kanayatn (Dayak Ahe) Kalimantan Barat bahwa Patih Gajah Mada adalah saudaranya Patih Gumantar, mereka ada 7 bersaudara. (Baca Buku, Mencermati Dayak Kanyatan)

Satu lagi soal nama Patih Gajah Mada bahwa gelar Patih itu sendiri hanya ada di Kalimantan khususnya Kalbar dan satu-satunya patih di Jawa adalah Gajah Mada itu sendiri, tidak ada patih lain dan itu membuktikan bahwa gelar “Patih” berasal dari silsilah kerajaan di Kalimantan bukan dari Jawa.

sumber : www.sukasejarah.org
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

About the name of Gajah Mada by the Dayak in Kalimantan note that Gajah Mada not Javanese, he was a genuine person Dayak from West Kalimantan, the origin of the village is in the district of Toba (Tobag), the District of West Kalimantan (current).
Many people believe that Gajah Mada is  Dayak , it is related to the story of the Dayak
" tinular"  Tobag, Mali, Simpang and Krio Dayak stating Gajah Mada are Dayaks.
There was little change in the name of Gajah Mada in Krio Dayak to Keep Jaga  Mada but not other Dayak call with Gajah Mada.
The term had been around a long time and is considered one of Gajah Mada demung Indigenous missing. There is a possibility that he sent by the Kings in Borneo. He came from a village in the District Toba (current). This was evidenced by the ritual bathing supplies each year legacy of Gajah Mada. Gajah Mada considered disappeared and never returned to West Kalimantan.
The story reinforces that he is genuine and comes from West Kalimantan Dayak that he was under the rule of an Indigenous demung Kings in Borneo. He was a demung from 10 villages, but when he disappeared some where, the village lost one demung so demung Indigenous customary in the region 9 people living alone again.
This story is still spoken by the native place of Dayak communities Gajah Mada. The evidence is very strong and can be proven because the oldest kingdom in Java but not located precisely in Kalimantan that more Hindu element affects every attitude and the way of life and Hindu first in Kalimantan not in Java. The reason this is so reasonable that the influence of Hinduism in Java is strongly influenced by the kingdom of Kutai in Kalimantan and the possibility of Gajah Mada was a powerful man who is sent to invade the kingdom of Kutai archipelago including Java.
In the story Patih Kanayatn Gumantar Dayak (Dayak Ahe) West Kalimantan that the  Gajah Mada was  brother of Patih Gumantar, they have 7 siblings.
(Read Books, Looking at Dayak Kanyatan)
One more thing about the name of the PATIH Gajah Mada that the title duke of themselves only in Borneo especially Kalimantan and the only  ruller  in Java is Gajah Mada itself, no other  ruller, and it proves that the title of "duke" comes from the line of royalty in Borneo is not from Java.
Recopasted from :
http://www.ceritadayak.com/2010/12/gajah-mada-ternyata-orang-dayak.html
========================================================================

No comments:

Post a Comment