Tuesday, January 12, 2016

Pondok ( Tempat Singah / rumah kedua ) ala Dayak di Borneo


Halfway house of The Dayaks in Borneo

Pondok ( Tempat Singah / rumah kedua ) ala Dayak 
di Borneo


Jangan langsung memponis- rumah tidak layak huni milik keluarga miskin di tanah Borneo.
Ini adalah pondok/ rumah singah bagi masyarakat Dayak. Rumah singah ini dibut dekat ladang, kebun atau tempat usaha lainnya. Dan rumah asli mereka ada di perkampungan atau rumah panjang.

Do not immediately sentenced - uninhabitable houses belonging to poor families in the land of Borneo.
It is a cottage / second home for the Dayak. The house is constructed near the fields, orchards or other businesses. And their original home in the village or longhouse.

 لا حكم عليه فورا - منازل غير صالحة للسكن الذين ينتمون إلى الأسر الفقيرة في الأراضي بورنيو.
ومن كوخ / الوطن الثاني لداياك. يتم إنشاء منزل بالقرب من حقول والبساتين أو غيرها من الشركات. وموطنها الأصلي في القرية أو longhouse

不要马上 - 贫困家庭在婆罗洲土地无法居住的房屋
这是一个山寨/第二个家达雅房子是附近田野果园或其他企业构建而他们原来的家在村里长屋

  
 

Monday, January 11, 2016

The original religions in Indonesia


The original religions in Indonesia
 Agama asli   di Indonesia




Agama asli di Indonesia The original religions in Indonesia ( one of them is Kharingan in Borneo ) Agama asli Nusantara adalah agama-agama tradisional yang telah ada sebelum agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).

Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama "resmi" (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini Konghucu, masuk ke Nusantara atau Indonesia, di setiap daerah telah ada agama-agama atau kepercayaan asli,
seperti:

  1. Sunda Wiwitan yang dipeluk oleh masyarakat Sunda di Kanekes, Lebak, Banten
  2. Sunda Wiwitan aliran Madrais, juga dikenal sebagai agama Cigugur (dan ada beberapa penamaan lain) di Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
  3. Buhun di Jawa Barat
  4. Kejawen di Jawa Tengah dan Jawa Timur
  5. Parmalim, agama asli Batak
  6. Kaharingan di Kalimantan
  7. Tonaas Walian di Minahasa, Sulawesi Utara
  8. Tolottang di Sulawesi Selatan
  9.   Aluk Todolo agama asli orang Toraja (Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa)
  10. Wetu Telu di Lombok
  11. Naurus di Pulau Seram, Provinsi Maluku .





Penyebutan agama Dayak. Sementara pada masa Orde Baru, para penganutnya berintegrasi dengan Hindu, menjadi Hindu Kaharingan. Pemilihan integrasi ke Hindu ini bukan karena kesamaan ritualnya.

Tapi dikarenakan Hindu adalah agama tertua di Kalimantan. Di Malaysia Timur (Sarawak dan Sabah), kepercayaan Dayak ini tidak diakui sebagai bagian umat beragama Hindu, jadi dianggap sebagai masyarakat yang belum menganut suatu agama apapun justerunya juga masyarakat Dayak di Malaysia tidak mengakui agama Hindu. Kebanyakan Dayak di Malaysia beragama Kristen.

Pada tanggal 20 April 1980 Kaharingan dimasukan ke dalam agama Hindu Kaharingan. Organisasi alim ulama Hindu Kaharingan adalah Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) yang pusatnya di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

DAYAKS AND CHINESES IN POLITIC PARTY OF BORNEO- SABAH AND SARAWAK

DAYAKS AND CHINESES IN POLITIC PARTY OF BORNEO- SABAH AND SARAWAK


Dayak dan Cina di Borneo
 
 



".....We are trying a new venture which has the potential of winning depending on how we play our card. If we Dayak (40% population) work with DAP (Chinese 30% population), we have a winning formula........"

"UBAH, ANANG TAKUT, ANANG SURUT"
In the olden days we used to hear of stories of Chinese cheating the Dayaks during barter trading. But, later, the Dayaks got smarter and later cheated the Chinese back by putting rocks at the bottom of their damar baskets.
As a result we don't trust the Chinese.
We also fear of being cheated. (But then we cheated them back)
The bottomline is being smart.
Why shouldn't we not work with a "Chinese" party?
  1. In any event DAP never claim itself a "Chinese" party. It is the non Chinese who brand DAP as a Chinese party.
  2. At the moment DAP is the only opposition party that has some strength to challenge BN. BN knows this!! (That's why BN used DAP as the bogey man and as a bashing object.)
  3. By the way if we do fear Chinese parties so much, why do the Dayak community work hand in glove with Chinese parties like SUPP, SPDP, UPP, MCA & Gerakan in BN? We have Dayaks who are members and YBs in SPDP AND SUPP!
    ( But do they fight for Dayak cause ? No! They only fight for themselves)
    Therefore is is a "mortal sin" to be in DAP?
  4. DAP had promised to appoint a Dayak to be CM if it wins the election and become the govt. Has any other party in BN promised or willing to do that? None.
  5. DAP also promised to recognise pemakai menoa of the Dayaks.
  6. All our NCR Land predicaments now are NOT caused by DAP BUT BY the present BN Govt.
  7. Businessmen are opportunist who will buy properties including NCR Lands when avalable? Who give the opportunity? NOT DAP BUT THE CURRENT BN GOVT.
  8. Can a DAP led govt resolve our land problems? I believe we can! Give us the opportunity to prove ourselves.
  9. Remember it is not just Foochows who take NCR Land. They only buy what are available for sale in the market.
  10. Who sell our NCR Lands? Go and check records in Land and Survey and Govt Depts, they are given by Elite people in high places including Dayak YBs and community leaders.
  11. Only Foochows buy? Are Sime Darby, Tawakkal, Austral, Tabung Haji owned by Foochows? I am not defending DAP. I believe if a party is to be the govt it must be above reproach and be accountable. But we must have our facts straight.
  12. I believe we much smarter now than our all folks to avoid being cheated. We joined DAP on the 7 Points Blueprint.
  13. All the while the Dayak community has been in BN how did we fare? I believe we have been cheated? BUT DO WE Want to be in a party which keeps on cheating us? By all means. I believe We dont want to be in a party where we Dayak suffer because of "bagi badak".
  14. We are trying a new venture which has the potential of winning depending on how we play our card. If we Dayak (40% population) work with DAP (Chinese 30% population), we have a winning formula.



Time for change has come. It comes because the people want it. We all need it. Change comes from the people. Leaders only embrace the change.
Let the New Year usher the change. God bless Dayak Borneo this Year 2016.


Sunday, January 10, 2016

Wine, rice wine and Dayak culture


Arak, tuak beras dan budaya Dayak


 Proses memasak Arak (beras )
Budaya ini dibawa oleh bangsa Cina ketika jadi buruh para sultan 
di Borneo awal abat ke 13.

 Alat untuk memasak Arak

Arak (beras)
Dayak adalah suku yang paling jarang berintraksi dengan orang luar ketika itu ( Awal tahun 1900an ). Pada saat itu populasi Cina sudah sangan dominan di Mandor dan Monterado ( sebagai buruh pertambangan emas ). Beberapa orang Cina kawin dengan dara Dayak, melalui perkawinan ini- barang dari Konsi ( negara Otonom Cina ) bisa masuk di wilayah Dayak. Orang Cina juga tidak bebas untuk masuk di jantung kampung Dayak.
Orang Cina biasanya berdagang ( barter ) dengan hasil alam orang Dayak. Kadang orang Cina memberi upeti ( Pahar, Tempayan dan barang pecah belah lainnya ) yang belum dimiliki suku Dayak.
Saat itu pula beberapa budaya Cina- al Minuman Arak dan Judi masuk di kampung-kampung Dayak.
Jadi awalnya Arak bukanlah budaya Dayak.




Bagaimana dengan TUAK ( Arak enau, dan arak beras ) ?
Bagi orang Dayak , dan beberapa sub suku Dayak tuak adalah atribut adat ( saat pesta ). Dan kadang minuman ini memabukan dan dilarang oleh pemerintah ( saat Kalimantan jadi bagian Indonesia; dan Sabah Sarawak bagian dari Malaysia ). 
 

Sunday, January 3, 2016

FIGURES BEHIND THE GREAT DAYAK STATE



TOHOH DI BALIK NEGARA DAYAK BESAR
 FIGURES BEHIND THE GREAT DAYAK STATE









 

NAHAYA BRIDGE IN LANDAK REGENCY

NAHAYA  BRIDGE IN 
LANDAK REGENCY

JEMBATAN NAHAYA DI KABUPATEN LANDAK
JANUARI 2016



 @ Dra Sunarti ( DPRD Landak Fraksi PDI P )

 Penggagas Jembatan Landak

 Penggagas Jembatan Landak





Kondisi jalan dari  arah Trans Kalimantan menuju jembatan Nahaya.


Friday, January 1, 2016

Dait Waterfall in Sekendal ; Air Besar Sub District of West Borneo


Air Terjun Dait
Dait Waterfall in Sekendal; 
Air Besar Sub District of  West Borneo



 Air Terjun Dait
ini tingkat pertama dan masih ada 6 tingkat lagi diatasnya.





 Ropina Ngalai Nobessito, Raya & Lea

Nama             : Air Terjun Dait
Lokasi            : Desa Sekendal Kalimantan Barat 
Ciri Khusus     : 7 Tingkat air Terjun
Akses             : Mudah, bisa ditempuh kendaraan roda

                        empat / Jalan belum dikeraskan
                        ( 2015 );
Waktu tempuh: 2 Jam 30 Menit dari kota Ngabang.
                        ( Jalan serimbo 7 km, plus 7 km dari
                        simpang 3 jl batasan ke lokasi/Dait)
                        atau 14 Km dari Jl Serimbu-Ngabang.