Showing posts with label BUDAYA DAYAK. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA DAYAK. Show all posts

Saturday, August 2, 2014

REVOLUSI BUDAYA


REVOLUSI BUDAYA

Oleh: Yohanes Ngalai


 Februari  2004
PEMILU Presiden (Pilres) tinggal menghitung hari, tepatnya 8 Juli 2009 mendatang. Kalau kita lihat isu yang muncul seputar calon presiden dan wakil presiden yaitu sipil dan militer, jawa dan luar jawa, Islam dan non Islam, pengusaha dan non pengusaha, birokrat dan non birokrat. Dari semua isu tersebut muncullah tiga kandidat capres dan cawapres tahun ini.

Disini muncul kecerdasan Pemilu kita, dari isu yang saja sebutkan diatas tadi muncul isu Ekonomi. Ini merupakan era baru dalam demokrasi kita, setelah presiden dan wakil presiden di pilih oleh ‘pemegang mandat atau rakyat’. namun ada yang mengusik penulis tentang mashab Ekonomi yang diusung, antara lain, Ekonomi Neolib, Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Islam.

Saya setuju dengan budayawan dalam dialog dengan Capres dan cawapres, untuk membangun bangsa ini bukan bersumber dari ekonomi. Ada yang salah dalam pendidikan berbudaya di Indonesia. (data menunjukan makin banyak orang yang bertitel, S1, S2 dan S3, namun moral bangsa makin kacau).

Menurut hemat saya, presiden dan wakil presiden, harus mengadakan revolusi untuk merombak sistem pendidikan berbudaya, yang intinya bagaimana manusia Indonesia yang berbudaya dan pada akhirnya ‘ kekayaan ekonomi’ kita digunakan dengan tanggung jawab untuk kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan, antara perkataan sesuai dengan perbuatan serta janji harus ditepati.

Ini semua sudah ada dalam Pancasila dan UUD 1945 dan di sana sudah jelas apa tujuan bangsa ini, yang diperlukan sekarang detail dan actionnya dalam bentuk Rencana Pembangunan (RP) atau dalam istilah zaman ORBA dulu disebut GBHN. Kiranya tulisan ini menjadi renungan kita bersama, semoga. 
(penulis adalah warga Kab. Landak) 



Presidential Election (Pilres) has had its day, July 8, 2009 to be exact next. If we look at the issues that arise surrounding the candidates for president and vice president of the civilian and military, Java and outside Java, Islamic and non-Islamic, entrepreneurs and non-entrepreneurs, bureaucrats and non-bureaucrats. Of all these issues arose three presidential and vice presidential candidates this year.

Here comes the intelligence of our elections, from the issues mentioned above was just emerging economy issues. This is a new era in our democracy, after the president and vice president chosen by the holder or the mandate of the people '. but there is a disturbing writer on Economic mashab promoted, among others, Neolib Economics, Economic Democracy and Islamic Economics.

I agree with humanists in dialogue with the President and vice, to build this nation comes not from the economy. There is nothing wrong in cultured education in Indonesia. (Data shows more people are titled, S1, S2 and S3, but the morale of the nation more chaotic).

In my opinion, the president and vice president, should bring about a revolution to overhaul the education system cultured, which is essentially how the Indonesian people are cultured and ultimately 'economic wealth' we used with responsibility for the interests of the Nation above personal and group interests, between words accordance with the act and the promise must be kept.

It's all there in the Pancasila and the 1945 Constitution and there is clear what the purpose of this nation, which is needed now detailed and the action in the form of Development Plan (RP) or in terms of age ORBA used to be called the Guidelines. It seems to be an afterthought this paper we are together, hopefully.

 Borneo Hotel

Aston Hotel



Tuesday, July 29, 2014

LEKO / BONTOKG -Rice or glutinous rice wrapped in leaves- 'layakng' and cooked in bamboo


LEKO / BONTOKG

Beras atau beras  ketan yang dibungkus daun 
( Layakng )  dan dimasak pada bambu




Rice or glutinous rice wrapped in leaves- Layakng and cooked in bamboo







Leko

Pohon Garing


Pohon Garing -  
Tree of Life in  Central Kalimantan



Ornamen Batang Garing Belum
Ornamen berikut merupakan ornamen Batang Garing Belum, Batang artinya pohon Belum berarti hidup, untuk kata Garing dalam bahasa Dayak Ngaju diartikan secara baku merujuk pada kata lain yang melengkapinya, secara semiotik kata tersebut muncul dalam bentuk simbol hasil konvensi dari masyarakat Dayak Ngaju, sebagai contoh sebagai berikut:
1) Telur ayam yang berisikan cairan yang hidup, terdiri dari dua macam cairan
bening dan cairan kuning, cairan bening itulah yang disebut "Garing"
sedangkan cairan kuning disebut "bulau" jadi di sini kata Garing berarti cairan
kuning yang hidup (awal kehidupan).
2) Garing tarantang, berarti anak kandung sendiri (berawal dari cairan).
3) Garing tabela belom, berarti anak-anak muda usia (Garing muda).
4) Garing tukang tuyang, berarti anak atau bayi yang sedang dalam ayunan.
5) Katil Garing , berarti bangku panjang tempat duduk (biasa dipakai oleh para
Basir).

The ornaments of Batang Garing

The following is an ornament Batang Garing, Trunk means the tree is living, for Garing in Dayak Ngaju language interpreted by default refer to other words that complete it, the semiotic words that appear in the form of a symbol of the result of the Dayak
Ngaju community  convention, for example as follows:

1) chicken eggs containing living fluid, consisting of two kinds of liquids and a clear yellow fluid, a clear liquid that is called "Garing" while the yellow liquid called "boelau" so here said "Garing" mean fluid  yellow living (beginning of life).

2) Garing tarantang, meaning child of their own  

    (originated from the liquid).
3) Garing tabela Keith, mean age young children  

    (younger Garing ).
4) Garing tukang tuyang, means a child or baby in the 

    swing.
5) Katil Garing, means the long bench seat  

    (usually used by the Basir).


YNN

Monday, July 28, 2014

DAYAK FOODS

MASAKAN DAYAK
DAYAK FOODS

1. Sigah Babi ( Chopped pork cooked in bamboo)






2. Masak Babi Kecap ( Cooked pork in Soy sauce )
 
 
 
 
3. Panggang  Babi  ( Roasted pork )
 
 


3. Babi  masak umbut (  Pork with Umbut-falm stem)